5
October
2011

Kopdar Pertama Jawab Tantangan Sinergi

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba juga. Pada tanggal 30 September 2011, jam 4 sore, bertempat di Amos Cozy Hotel - Blok M, Kopdar Pertama Speaker Indonesia terlaksana dengan sukses. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada para anggota dan pembicara baru yang hadir di Kopdar.

Kopdar pertama ini menjawab beberapa tantangan sinergi antara pembicara dan Speaker Indonesia. Seperti yang dijelaskan dalam presentasi Ibu Monika Sugiarto, salah satu tantangan yang sering dijumpai adalah pembicara, dalam menjelaskan topiknya, seringkali terfokus pada fitur, sedangkan seharusnya dapat menunjukkan ceruk (niche market) dan output pelatihan yang jelas. …on the edge of your seat? Click here to solve the mystery. »

22
January
2010

Jadikan Pesan Berbicara Anda DIINGAT!

Ketika Anda memberikan presentasi, apa yang orang-orang ingat tiga hari kemudian? Saya selalu mencoba untuk mengajar pembicara yang bukan tentang apa yang audiens “dengar” hari ini, tapi apa yang diingat dan ditindaklanjuti tiga hari setelah Anda berbicara. Saya mungkin akan selamanya diingat dalam lomba pidato sebagai “people who fell on his face” Pada saat itu, ada esensi dari pesan saya. Jika Anda ingat kejadian itu, Anda pasti ingat pesan saya.

Nah, apakah pesan Anda diingat tiga hari kemudian? …on the edge of your seat? Click here to solve the mystery. »

28
August
2009

Belajar Presentasi dari Bapak Wardiman Djojonegoro

Prof. Dr. –Ing. Wardiman Djojonegoro, mantan menteri Pendidikan yang juga figur terkenal di Indonesia, masih sangat aktif meskipun sudah berusia lanjut. Ia menyebut dirinya sendiri “Pengamat Pendidikan”, dan memanglah begitu, karena pengetahuannya di bidang pendidikan sangat luas dan mendetail. Sampai kini beliau masih aktif berbicara di depan para guru di berbagai seminar, menyampaikan kebutuhan dan strategi ‘Pengembangan  Kompetensi Guru’ dan topik-topik lainnya.

Daya tarik Bapak Wardiman tidak hanya karena beliau berpengalaman mengenai topik tantangan dalam pendidikan atau pengetahuannya mengenai evolusi pendidikan di Indonesia, namun ia juga seorang pembicara yang handal di Indonesia sampai saat ini.

Pengalaman berikut ini diceritakan oleh Ibu Monika Sugiarto, wakil dari Speaker Indonesia, yang turut hadir pada saat salah satu penyelenggara acara mengundang beliau sebagai pembicara pada bulan Juli 2009 yang lalu.

“Di saat orator lain duduk di belakang meja pada saat mempresentasikan materi mereka, Bapak Wardiman berdiri di depan pendengarnya. Beliau adalah pembicara yang berpengalaman, dan juga member Toastmasters, sehingga beliau mengerti bahwa bahasa tubuh memegang peranan penting pada saat penyampaian materi. Ketika kita berdiri, kita bisa menggunakan lengan dan kaki kita dengan lebih bebas. Bisa melangkah maju atau mundur dari pendengar untuk mengilustrasikan sebuah point dengan lebih jelas. Selain itu, dengan berdiri, energi dari pembicara akan mengalir dengan bertambahnya antusiasme dan gairah semangat.

Sebagai seorang pembicara, kita harus memperhatikan situasi di sekeliling kita. Kita harus mencoba sedekat mungkin dengan pendengar, supaya bisa lebih menyatu dengan mereka. Inilah alasan mengapa kita harus menghindari duduk di belakang meja pada saat berbicara, karena kita tidak mau ada jarak dengan pendengar kita.

Teman-teman dan rekan pembicara, jangan takut pada publik, terutama pendengar Anda ketika Anda melakukan presentasi. Rangkul mereka, keluar dari meja dan podium Anda dan usahakan sedekat mungkin dengan mereka. Lihat mata mereka, tersenyumlah pada mereka, jawab pertanyaan dan pecahkan masalah mereka. Inilah tugas dari pembicara yang hebat. Terima kasih Bapak Wardiman, telah menjadi role mode dalam dunia berbicara. “